Selama 1 Dekade, 2.000 Lahan di Pesisir Brebes Rusak Diterjang Banjir Rob

Petra Akbar
.
Kamis, 23 Juni 2022 | 20:06 WIB
Foto Warga Desa Randusanga Kulon tetap beraktivitas meski kampungnya diterjang banjir rob. (Foto: Petra Akbar

BREBES, iNews.id - Selama 1 dekade terakhir, sekitar 2.000 lahan produktif di pesisir pantura Kabupaten Brebes, kini rusak parah akibat diterjang banjir rob. Bahkan, sebagian lahan ini, sekarang berubah menjadi lautan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Zudan Fanani menjelaskan, kerusakan lahan pesisir akibat abrasi itu terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Mayoritas lahan yang rusak akibat abrasi tersebut berupa tambak produktif warga. Kerusakan itu tersebar di sepanjang pesisir utara Brebes," katanya

"Kerusakan ada di Kecamatan Brebes Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Data kami, sampai sekarang ada 2.000 ha lahan yang rusak akibat abrasi ini. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Brebes dan Losari," katanya. 

Menurut dia, untuk menekan dampak abrasi itu, berbagai upaya telah dilakukan. Di antaranya, melalui program penanaman mangrove hingga peninggian tanggul tambak. 

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 4 juta batang mangrove yang ditanam di daerah terdampak abrasi tersebut. Namun untuk tahun anggaran 2022, program penanaman mangrove belum bisa dilaksanakan, karena anggarannya terkena refokusing.

"Kita upaya dengan penanaman mangrove karena mempunyai multi efek. Selain dapat menahan abrasi, juga bisa menekan dampak bencana rob dan melestarikan ekosistem habitat pesisir," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, akibat dampak banjir rob yang terjadi dalam dua bulan terakhir juga dirasakan masyarakat pesisir Brebes. 

Dari hasil pendataan, sekitar ada 3.930 ha tambak yang terdampak banjir rob pada bulan Mei dan Juni ini. Kerugiannya mencapai Rp 8,34 miliar lebih.

Dampak rob itu melanda 13 desa. Yakni, Desa Randusanga Kulon, Randusanga Wetan, Kaliwlingi, Limbangan Wetan, Sawojajar, Bangsri, Grinting, Krakahan Pengaradan, Karangdempel, Prapag Kidul, Prapag Lor dan Desa Kecipir. 

"Paling parah banjir rob ini, terjadi pada Mei lalu. Kalau yang kemarin (Juni), masih lebih kecil. Kami saat ini tengah berupaya mengusulkan bantuan bagi warga yang terdampak rob ini hingga ke kementerian," tandasnya.

Editor : Miftahudin

Follow Berita iNews Tegal di Google News

Bagikan Artikel Ini