Mukjizat Bayi Selamat dari Kecelakaan Beruntun Balikpapan, Mobil Hancur dan Kedua Orangtua Tewas

Mukmin Azis
.
Jum'at, 21 Januari 2022 | 18:22 WIB
Mobil rusak parah akibat ditabrak truk tronton pada kecelakaan beruntun di Balikpapan (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Mukjizat terjadi pada kecelakaan beruntun yang terjadi di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/1/2022).. Seorang bayi selamat dalam kecelakaan itu walapun keadaan mobil tersebut rusak parah akibat ditabrak oleh truk tronton yang diduga mengalami rem blong. Bayi tersebut berada di dalam mobil Daihatsu Ayla berwarna merah. Nahas, kedua orangtua bayi tersebut meninggal dunia.

Mobil Ayla tersebut terpantau CCTV berada di depan tronton tersebut. Ayla dengan nomor polisi KT 1887 NT tersebut mengalami kerusakan parah di bagian belakang.


Mobil Ayla merah hancur ditabrak truk tronton (Foto: Istimewa)

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Soekarno-Hattat, Simpang Muara Rapak, Balikpapan di titik lampu merah. Sebuah truk tronton merah hilang kendali dan menabrak puluhan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah.

Akibat kecelakaan yang terjadi pukul 06.19 WIB, Jumat (21/1/2022) itu, lima orang tewas dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, polisi menyatakan dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan penyebab dari terjadinya peristiwa kecelakaan beruntun di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), disebabkan karena truk tronton mengalami rem blong.

"Hasil investigasi petugas di lapangan sementara, dimulai karena adanya truk tronton yang remnya blong," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Yusuf menjelaskan, truk tersebut mengangkut beban hingga 20 ton sehingga kesulitan untuk menghentikan lajunya ketika mengalami rem blong.

Ditambah lagi, lokasi kejadian yakni Simpang Muara Rapak, merupakan jalanan turunan yang cukup curam. Hal itu yang diduga mengakibatkan pengemudi tronton sulit mengendalikan ketika rem blong.

"Dia daya laju kendaraannya tidak bisa dikurangi lagi karena memang jalanannya yang menurun," ujar Yusuf.

 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini