Logo Network
Network

Antisipasi Hoax Polres Tegal Kota Kerahkan Tim Cyber

Nino Moebi
.
Sabtu, 03 Februari 2024 | 03:43 WIB
Antisipasi Hoax Polres Tegal Kota Kerahkan Tim Cyber
Tim cyber Satreskrim dan Seksi Humas Polres Tegal Kota. (Foto: Istimewa)

KOTA TEGAL, iNews.id - Antisipasi penyebaran berita bohong atau hoax saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polres Tegal Kota mengerahkan tim cyber untuk patroli di dunia maya.

"Dengan mengerahkan tim cyber dari Satreskrim dan Seksi Humas. Anggota melakukan patroli khusus mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoax," kata Kasatgasres Humas Polres Tegal Kota Ipda Joko Waluyo SH, Jumat (2/2/2024).

Joko mengatakan, pihaknya sudah berupaya sejak awal, dengan menggerakkan Satgas Khusus untuk mengawasi terhadap berita-berita yang ada baik di media online maupun media sosial.

"Kami melakukan patroli cyber secara rutin oleh tim cyber gabungan dari Satreskrim dan Seksi Humas. Baik itu yang ada di media online maupun media sosial. Apalagi saat ini sudah mendekati pelaksanaan Pemilu," ujar Ipda Joko.

Ipda Joko menyebut, patroli cyber mulai dilakukan setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan indeks kerawanan pemilu. "Kita tahu jadwal kampanye itu singkat, artinya caleg maupun capres hingga para tim sukses pasti akan menggunakan ruang digital. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan akan berimbas munculnya berita hoax," ungkapnya.

Selain patroli cyber, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Kemudian, melakukan langkah- langkah untuk mencegah penyebaran berita hoax tersebut. Pengalaman yang lalu, banyak bermunculan berita hoax dan akhirnya terjadi polarisasi. Masyarakat sempat terbelah menjadi dua," katanya.

Karenanya pengalaman itu bakal dijadikan pedoman untuk mengantisipasi. Salah satu cara untuk menangkalnya yakni dengan rutin berpatroli cyber. "Jadi ketika ada postingan yang dinilai hoax, atau adu domba, petugas cyber langsung memberikan pesan khusus agar berita yang di-posting segera di takedown. Namun jika tetap membandel, tim bisa melakukan tindakan tegas," jelasnya.

Ipda Joko mengimbau, masyarakat harus bijak dalam penggunaan medsos. Baik itu untuk kepentingan berpolitik ataupun yang lainnya.

Editor : Miftahudin

Follow Berita iNews Tegal di Google News

Bagikan Artikel Ini