Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Brebes Tempatkan Empat Alat Berat
Advertisement . Scroll to see content

Bencana Banjir di Bekasi Menjadi Inspirasi Bakul Sarung Tegal

Minggu, 09 Maret 2025 | 17:29 WIB
  • author Nino Moebi
Bencana Banjir di Bekasi Menjadi Inspirasi Bakul Sarung Tegal
Jamaludin menunjukan sarung pesanan khusus warna hitam untuk daerah bencana banjir. (Foto: Nino/iNewsTegal.id)

KOTA TEGAL, iNews.id - Dampak bencana banjir yang terjadi di Bekasi Jawa Barat ternyata menjadi berkah dan inspirasi bagi juragan/bakul sarung Tegal, Jamaludin.

Owner perusahaan sarung Pohon Kurma Tegal, Jamal mengaku dampak banjir di Bekasi pihaknya mendapat pesanan ribuan potong sarung khusus berwarna hitam dari Bekasi maupun Pager Laut Tangerang.

"Pesanan dari Bekasi maupun Pager Laut Tangerang ada sekira 6 ribu potong sarung khusus warna hitam," kata Jamal, Minggu (09/03/2025).

Bahkan, selain berkah karena mendapat pesanan sarung khusus warna hitam dari Bekasi Jamal juga mengaku terinspirasi untuk membuat produk warna hitam bercorak Tegalan. ”Alhamdulillah kita terinspirasi dari pesanan sarung khusus warna hitam dari wilayah korban banjir Bekasi bisa membuat produk sarung hitam motif Tegalan," kata Jamal.

Produk sarung hitam motif Tegalan saat ini menyaingi produk sarung motif Aceh. Saat ini kata Jamal permintaan sarung meningkat empat kali lipat dari hari biasanya.

Untuk memenuhi permintaan Jamal selain menambah tenaga kerja juga menambah jam kerja. Jamal menerapkan jam lembur dari pagi hingga waktu sahur khususnya untuk pekerja pria.

Untuk hasil produksi dari semula 10 ribu potong sarung per hari, karena menambah tenaga dan jam kerja menjadi 20 ribu potong hingga 25 ribu potong per hari. Menjelang Idul Fitri untuk harga kata Jamal relatif tidak naik namun, permintaan hampir empat kali lipat. "Makanya untuk memenuhi permintaan kita menambah tenaga dan jam kerja," ujar Jamal.

"Pada pasar ekspor kita ada hambatan di kontainer. Karena kontainer tidak setiap minggu ada. Bisa muat barang mundur sampai tiga minggu dari yang direncanakan," terang Jamal.

Mengahadapi seperti itu terpaksa Jamal menggunakan kontainer mahal yang otomatis menambah pengeluaran. Hal itu agar barang sampai di negara tujuan sesuai jadwal.

Editor: Miftahudin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut