Massa Pengemudi Maxim Segel Kantor Aplikator di Kota Tegal
KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Kantor aplikator Maxim yang berlokasi di Jalan Hanoman, Tegal Timur Kota Tegal disegel oleh ratusan pengemudi Maxim Tegal Raya yang tergabung dalam Aliansi Driver Maxim Bregas, Selasa (22/9/2026).
Massa Aksi dari Aliansi Driver Maxim Bregas menyampaikan orasi saling bergantian di depan Perwakilan Kantor Maxim. Massa menuntut aplikator menghapus prioritas pembayaran program Turbo serta menghentikan pendaftaran driver baru.
Dalam orasinya pengemudi juga menyampaikan kekesalannya, setiap kali menyampaikan keluhan di kantor, selalu saja akan dilaporkan ke kantor pusat. Namun, hingga saat ini tidak ada realisasinya. "Kalau bukan karena kita mereka tidak akan mendapatkan uang," ujar peserta aksi.
Selain orasi, massa Aliansi Driver Maxim Bregas membakar atribut Maxim berupa kemeja dan menyegel kantor Maxim bertuliskan 'Kantor Disegel dalam Pengawasan Mitra'.
Usai melakukan orasi dan menyegel Kantor Maxim, massa bergerak menuju gedung DPRD Jalan Pemuda Kota Tegal. Tiba di gedung DPRD Kota Tegal, perwakilan 10 pengemudi Maxim diterima oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal, Nur Fitriani didampingi anggota Komisi III DPRD Beni Ageng Penggalih, dan Abdul Ghoni. Tampak hadir Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal Abdul Kodir, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tegal Dorres Indriana Nugroho, dan perwakilan dari aplikator Maxim Hannafiyah.
Koordinator aksi, Eri Andika alias Yusuf menyampaikan aspirasi yang dikeluhkan selama ini. Terkait transparansi algoritma mengenai pembagian order. Penutupan pendaftaran driver baru yang menyebabkan makin besarnya ketimpangan antara orderan dan driver yang tersedia.
Pihaknya minta penghapusan prioritas berbayar (Turbo) yang dirasakan banyak merugikan para driver. Hentikan, turunkan platform fee yang memberatkan para rekan driver. Menuntut direalisasikan potongan 8 persen tanpa adanya biaya tambahan lain-lain. Verivikasi wajah gagal di anjurkan untuk datang ke kantor dan di arahkan untuk membeli kembali atribut agar bisa menjadi prioritas seperti sebelumnya.
"Hari ini tercipta aksi yang lahir dari rasa kekecewaan para mitra. Kami berharap hari ini ada solusi yang terbaik atas aspirasi kami. Jika nantinya tidak ada solusi, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar," tegas koordinator aksi Yusuf.
Menanggapi aksi perwakilan Maxim Hannafiyah mengaku memahami teman-teman driver di lapangan, terutama perihal kebijakan Turbo. "Aspirasi dari akan kami teruskan kepada manajemen kami, agar ke depan lebih baik lagi. Aspirasi sudah kami terima, kami memahami kerja dari driver, saya selaku Perwakilan Kantor Maxim di Kota Tegal akan melanjutkan aspirasi ini ke Kantor Pusat dan hal ini menjadi evaluasi bagi kami selaku perwakilan aplikator," terang Hannafiyah.
Fasilisator, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tegal Nur Fitriani menyampaikan, dalam Perpres Tahun 2026, disebutkan platform fee itu sebesar 8 persen. "Kami dari DPRD akan menampung aspirasi ini untuk kemudian akan kita teruskan ke DPR RI agar nanti ada pembahasan," ujar Nur Fitriani.
Nur Fitriani himbau agar aspirasi yang disampaikan juga secara tertulis untuk segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait.
Aksi berkahir tertib dan kondusif mendapat pengawalan dari jajaran Polres Tegal.
Editor: Rebecca