Viral, Sekda Sleman Minta Guru Cicipi Makan Bergizi Gratis agar Siswa Tak Keracunan

Jhon Mieftah
Sekda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Susmiarto, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang meminta para guru mencicipi makanan bergizi gratis (MBG). Foto: ist

SLEMAN, iNewsTegal.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Susmiarto, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang meminta para guru mencicipi makanan bergizi gratis (MBG) sebelum diberikan kepada siswa viral di media sosial. 

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (20/8/2025) lalu.

Program MBG merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 6 Januari 2025, bertujuan memberikan asupan gizi optimal kepada anak-anak Indonesia sebagai langkah menuju tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Permintaan Sekda Sleman tersebut muncul setelah adanya insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa SMP di wilayah Kapanewon Mlati, Sleman. 

Ia menyampaikan bahwa dengan guru mencicipi makanan terlebih dahulu, kualitas makanan bisa lebih terjamin sebelum dibagikan kepada siswa.

"Saya minta ini dibuat SOP tertulis, agar kejadian seperti keracunan bisa diminimalkan," kata Susmiarto pada Rabu (27/8/2025).

Pernyataan itu menuai polemik dan menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @undercover.id. Banyak warganet mengecam usulan tersebut.

“Maksud lo guru jadi kelinci percobaan? Ya programnya aja dihapus!” tulis akun @abdrhmnhanif.

Komentar lain menyebut bahwa seharusnya pihak dapur atau petugas pengantar makanan yang mencicipi terlebih dahulu, bukan guru.

“Kok guru. Harusnya yang antar yang suruh makan duluan,” tulis akun @mr_mumu_adz.

Menanggapi viralnya pernyataan tersebut, Susmiarto akhirnya meminta maaf dan memberikan klarifikasi.

"Pertama, saya memohon maaf. Kedua, saya ingin meluruskan bahwa maksud saya guru dapat membantu memeriksa kelayakan MBG dari segi bentuk, warna, atau aroma, bukan untuk mencicipinya secara langsung," jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mencegah kasus serupa terulang. 

Pemerintah Kabupaten Sleman telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk memperketat pengawasan dan penyaluran program MBG.

"Kami berupaya memaksimalkan semua perangkat yang ada agar kasus keracunan akibat MBG tidak terjadi lagi," tegasnya.

Editor : Miftahudin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network