KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Ternyata masih ada warga Kota Tegal untuk buang air besar menggunakan jamban terbuka (helikopter) di sepanjang sungai.
Bilik kakus di atas sungai yang lebih dikenal sebagai 'helikopter' masih marak di wilayah RW 03 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. "Di wilayah RW 03 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat ada 25 bilik helikopter berada diatas sungai," kata Ketua RW 03, Kelurahan Muarareja, Nurochim (60).
Nurochim menjelaskan progam jambanisasi pernah ada tapi, warga menolak. Karena debit air lebih tinggi dari jamban menjadikan kotoran/tinja akhirnya naik ke permukaan. Keberadaan jamban terbuka alias helikopter kata Nurochim sudah ada puluhan tahun.
Diakui pernah ada jambanisasi tapi banyak yang mau menerima karena airnya lebih tinggi yang akhirnya warga memilih untuk buang hajat besar di helikopter.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari SH MH, pemasangan jamban menggunakan sanatasi yang baik ternyata saat musim rob kondisi airnya malah naik sehingga membludak ke pemukiman rumah.
"Itu pemahaman yang mereka miliki. Maka, kami dorong kepada dinas terkait dalam hal ini DPUPR Bidang Cipta Karya mencoba untuk mengkaji bagaimana pembuatan jamban di daerah rob tinggi agar air tidak naik. Saya yakin pasti ada solusinya," kata Sutari, Rabu (26/11/2025).
Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
"Jamban Helikopter dalam lingkungan medis, dikenal dengan istilah BABS atau buang air besar di sungai dengan bilik," ujar Sutari.
Sementara dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Wahyu Adi Saputro ST menyampaikan, sebenarnya jamban berada diatas saluran atau sungai itu tidak diperkenankan. Tapi, karena warga terdesak dengan kondisi jamban yang ada.
"Memang butuh septik yang komunal yang menggunakan produk pabrikasi, yang tidak terkontaminasi dengan air rob. Nanti bisa diusulkan ke bidang Cipta Karya," terang Wahyu.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
