KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Pemerintah memperkuat pelindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor kelautan dan perikanan melalui kegiatan Pembekalan.
Kegiatan bertema 'PMI Berdaya, Migrasi Aman, dan Usaha Berkelanjutan di Sektor Kelautan dan Perikanan' digelar secara hybrid dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan merupakan wujud kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), didukung perbankan, Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), serta organisasi masyarakat sipil.
Langkah ini menjawab berbagai tantangan aktual yang dihadapi PMI sektor perikanan, khususnya Awak Kapal Perikanan (AKP)/Anak Buah Kapal (ABK), mulai dari penempatan nonprosedural, kerentanan eksploitasi, lemahnya pemahaman kontrak kerja, hingga belum optimalnya pemanfaatan remitansi untuk usaha produktif setelah kembali ke tanah air.
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan PMI terlindungi sekaligus berdaya secara ekonomi. “PMI harus berangkat dengan kompetensi, bekerja dengan pelindungan, dan pulang dengan masa depan. Migrasi aman dan usaha berkelanjutan adalah kunci agar PMI tidak hanya menjadi penyumbang remitansi, tetapi juga pelaku utama pembangunan ekonomi biru di daerahnya,” tegas Nyoman.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
