Selama Tahun 2025, OJK Tegal Terima 901 Pengaduan Konsumen
KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Selama Tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal telah menerima sebanyak 901 pengaduan konsumen.
Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita menyampaikan, pengaduan konsumen dari jumlah tersebut dengan rincian sebanyak 209 pengaduan konsumen yang disampaikan melalui surat, 632 pengaduan konsumen secara walk in, dan 60 pengaduan disampaikan melalui telepon.
"Sebagian besar pengaduan konsumen merupakan pengaduan sektor IKNB (asuransi, perusahaan pembiayaan, pergadaian, fintech, dan modal ventura) sebesar 52 persen, sektor perbankan sebesar 33 persen, dan sisanya entitas ilegal sebesar 5 persen serta non Lembaga Jasa Keuangan sebesar 10 persen," kata Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita, Jumat 9/1/2026).
Selain itu, sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025, OJK Tegal telah melayani permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 5.639 secara online dan 3.798 melalui walk in.
Sebagai upaya dalam peningkatan literasi keuangan, OJK telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, Training of Trainers (ToT) dan rangkaian kompetisi yang menyasar 10 segmen prioritas diantaranya perempuan, pelajar/mahasiswa, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, masyarakat perdesaan, karyawan, profesi, petani/nelayan, Pekerja Migran Indonesia (PMI)/Calon PMI, dan komunitas yang diikuti oleh 16.267 peserta.
Pada Tahun 2025 telah ditetapkan Bulan Literasi Keuangan pada bulan Mei serta program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) berkolaborasi dengan TPAKD, PUJK, serta stakeholder lainnya selama tahun berjalan.
Sementara di bulan Oktober 2025 yang merupakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), OJK bersama stakeholder lainnya menyelenggarakan beberapa kompetisi berupa Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) di tingkat pelajar SMA/SMK/MA dan Financial Trading Competition (FINTRAC) bagi mahasiswa dan mahasiswi.
Selain itu Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait selama Tahun 2025 telah melaksanakan program TPAKD diantaranya Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), dan Business Matching serta Ekosistem Keuangan Inklusif.
Editor : Rebecca