get app
inews
Aa Text
Read Next : Rangkaian HUT Kabupaten Tegal Memasuki Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tegal

HUT Partai, Puluhan Kader PDI Perjuangan Brebes Mundur

Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:59 WIB
header img
Sejumlah kader partai menunjukan surat pengunduran diri.(Foto: Nino/iNewsTegal.id)

BREBES, iNewsTegal.id - Bertepatan dengan HUT Partai PDI Perjuangan Ke -53, puluhan kader perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) menyatakan mundur dari anggota partai.

Sekitar 25 kader merupakan PAC, Ranting dari Kecamatan Bulakamba dan Bumiayu menyerahkan KTA dan surat pengunduran diri bermaterai. Selain itu, puluhan lembar pakaian berartibut partai juga ditanggalkan saat datang di kantor DPC PDIP Sabtu (10/1/2026) sore.

Selain para pengurus PAC dan Ranting, pengunduran diri juga dilakukan oleh kader yang tergabung dalam Komunitas Juang yang merupakan organisasi sayap di bawah PDI-Perjuangan.

Aksi dipimpin Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Dede Nurerozi. Kepada awak media, Dede menyatakan, aksi pengunduran diri ini dilatarbelakangi keputusan hasil Konfercab PDI Perjuangan Brebes.

Para kader mengaku kecewa karena Ketua DPC PDI-Perjuangan Brebes yang ditetapkan DPP maupun DPD bukan berasal dari kader yang diusulkan oleh PAC Se-Kabupaten Brebes. "Kami kecewa dengan keputusan DPP dan DPD saat Konfercab. Putusan DPP yang menetapkan ketua DPC bukan dari kader yang diusulkan dari PAC," kata Dede di Kantor DPC PDI-Perjyangan Brebes.

Sebagai bentuk kekecewaan atas penetapan Ketua DPC PDI-Perjuangan Brebes Periode 2025–2030, lanjut Dede, para kader ini menyatakan mundur. Mereka menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta surat pengunduran diri secara tertulis di Sekretariat DPC PDI-Perjuangan. "Sebagai bentuk pengunduran diri, kami menyerahkan KTA dan surat mundur di atas materai," tegas Dede.

Dia mengaku, aksi ini merupakan murni dari kader, tanpa ada pihak yang menggerakan. “Kami inisiatif sendiri, tidak ada yang menggerakkan. Bahkan kami datang ke kantor DPC dengan biaya sendiri,” ujar Dede.

Wakil Ketua PAC PDI-P Kecamatan Bumiayu, M Irwan menambahkan, nama Ketua DPC, Cahrudin yang ditetapkan tidak berasal dari usulan akar rumput. “Kalau dari PAC Bumiayu, kami mengusulkan nama Pak Indra,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kader PDI-P juga melakukan hal yang sama memutuskan untuk mengundurkan diri dan menyerahkan KTA ke kantor DPC. Salah satunya Asrofi, salah satu kader. Pria ini mengaku kecewa dengan hasil konfercab yang menetapkan kepengurusan DPC PDIP Brebes periode 2025-2030 yang dianggap tidak sesuai dengan mekanisme partai. ‎ Disebutkan, ada 15 dari 17 PAC sebelumnya telah mengusulkan Indra Kusuma yang telah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Brebes selama 25 tahun. ‎

"Kami melihat ada proses yang tidak demokratis dalam pemilihan ketua DPC PDIP. Dimana usalan terbanyak dari pengurus ranting dan PAC ternyata tidak mendapat tempat," katanya.

"Namun sebaliknya justru ketua terpilih saat ini yang hanya didukung beberapa PAC ditetapkan sebagai terpilih. Sehingga sebagai bentuk kekecewaan kami nyatakan mengundurkan diri. Berharap demokrasi tetap dijunjung tinggi," kata Asrofi. ‎

Seperti diketahui, Cahrudin ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI-P Brebes periode 2025–2030, menggantikan Indra Kusuma yang menjabat selama 5 periode. Penetapan Cahrudin dilakukan saat Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI-P Brebes di Semarang usai Konferensi Daerah (Konferda) PDI-P Jawa Tengah.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC PDI-P periode 2025-2030 Cahrudin hanya berkomentar sedikit terkait aksi tersebut. "Nanti lah, orang saya lagi acara (Mukernas PDIP di Jakarta). Mereka siapa juga saya belum ngecek kebenaranya, sekedar ngaku orang PDIP apa susah nya," ujar Cahrudin.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut