Wapres Gibran Tinjau Tanah Gerak di Tegal, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Nur berharap pemerintah segera memberikan tempat tinggal yang layak di lokasi yang jauh dari area perbukitan untuk menghapus trauma keluarganya.
Di sela-sela peninjauan posko pengungsian, Wapres turut menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan oleh jajaran polwan Polres Tegal, sebagai upaya memulihkan semangat dan rasa aman mereka pascabencana.
Ahmad Ubaidillah, seorang siswa kelas V SD Padasari 01, menceritakan bahwa ia sudah tiga hari tinggal di pengungsian bersama keluarganya. Ahmad menuturkan bahwa rumahnya tidak roboh, namun mengalami pergeseran sehingga tidak lagi aman untuk ditempati.
“Sudah sekitar tiga hari saya tinggal di pengungsian. Rumahnya nggak hancur, cuma miring ke atas,” ujar Ahmad.
Kondisi itu membuat seluruh anggota keluarga memilih mengungsi demi keselamatan. Ia menambahkan, hampir semua warga di sekitar rumahnya juga telah meninggalkan permukiman. Meski berusaha tegar, Ahmad mengaku tetap merasa sedih harus meninggalkan rumahnya.
“Walaupun rumahnya nggak hancur, ya tetap sedih,” ucapnya. Saat ditanya harapannya, ia menjawab sederhana namun penuh makna. “Semoga keluarga saya sehat selalu,” tutup Ahmad.
Kunjungan Wapres ditutup dengan peninjauan dapur umum dan posko kesehatan di Majelis Az Zikir Wa Rotibain.
Editor : Rebecca