Penertiban Judi Sabung Ayam di Tegal: 3 Warga Tewas Nekat Terjun ke Sungai, Kapolres Beri Penjelasan
KOTA TEGAL. iNewsTegal.id - Polres Tegal Kota memberikan klarifikasi mendalam terkait insiden penertiban judi sabung ayam di Jalan Timor Timur, Kelurahan Panggung, yang berujung pada duka mendalam.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menjelaskan bahwa operasi yang berlangsung pada Minggu siang tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat mengenai adanya praktik perjudian yang kerap diikuti oleh peserta dari luar kota.
Meskipun saat petugas tiba di lokasi aktivitas sabung ayam telah bubar, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti kuat berupa belasan sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya, belasan ekor ayam aduan, serta sarana arena pertandingan.
Dalam operasi tersebut, petugas sempat mengamankan empat pria yang mengaku hanya sebagai penonton. Setelah dimintai keterangan di Mapolres Tegal Kota, keempatnya diizinkan pulang namun dikenakan kewajiban lapor dua kali seminggu.
Namun, situasi berubah menjadi tragis ketika polisi menerima informasi bahwa saat penggerebekan berlangsung, terdapat sejumlah orang yang nekat menceburkan diri ke sungai demi menghindari petugas. Upaya melarikan diri yang membahayakan nyawa tersebut mengakibatkan tiga orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam dalam rentang waktu dua hari terakhir.
Jenazah korban pertama berinisial MA ditemukan di kawasan Pantai Larangan pada Senin pagi, disusul penemuan dua jenazah lainnya yakni S dan KS pada Selasa hari ini. Ketiga korban merupakan warga Dampyak dan Kelurahan Panggung yang diduga kuat berada di lokasi saat penggerebekan terjadi.
Sementara itu, satu warga berinisial UD yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya, kini telah terkonfirmasi berada di luar kota dalam keadaan selamat.
Kapolres menegaskan bahwa seluruh proses penertiban telah dilakukan sesuai prosedur yang humanis dan persuasif tanpa adanya pengejaran maupun penggunaan senjata api.
Dia membantah adanya tindakan intimidasi dan menyatakan bahwa jatuhnya korban jiwa merupakan dampak dari tindakan nekat para korban yang menghindari petugas secara berlebihan. Menyikapi peristiwa ini, Kapolres menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berkomitmen untuk menangani kejadian tersebut secara transparan.
Di tengah suasana bulan Ramadan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan kriminal serta tetap kooperatif terhadap petugas demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan diri sendiri.
Editor : Rebecca