Rumah di Tegal Runtuh, Seorang Bocah Meninggal dan Satu Luka
KABUPATEN TEGAL, iNewsTegal.id - Seorang bocah Arsyad Nufail Syahputra (6) meninggal dan kakaknya Yara Rahmabillah (12) mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa material bangunan rumah yang runtuh.
Kedua bocah merupakan anak dari Solihun (47) warga Desa Surokidul RT 03 RW 06, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.
Kepala Desa Surokidul, Rosikin, menyampaikan peristiwa terjadi pada Selasa (29/10/2026) sekitar pukul 19.30. "Menurut penuturan warga saat kejadian, terdengar suara gemuruh cukup keras dari rumah milik Solihun," kata Kepala Desa Rosikin, Jumat (30/10/2026).
Dijelaskan, mendengar reruntuhan, warga langsung mendatangi rumah Solihun, tiba-tiba mendengar tangisan anak diantara reruntuhan bangunan. Warga pun berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi. "Didalam rumah hanya ada dua anak. Adiknya sedang tidur di kamar, sedangkan kakaknya sedang belajar," tutur Rosikin.
Saat kejadian, korban Arsyad sedang tidur di kamar. Sementara kakaknya Yara yang masih duduk di bangku kelas V SD saat kejadian sedang belajar. "Keduanya berada di rumah untuk menunggu kedua orangtuanya yang sedang keluar membeli lauk-pauk untuk makan malam. Sementara anak pertama Solihun juga tidak berada di rumah karena belum pulang bekerja," terang Rosikin.
Kedua korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Pagerbarang sebelum dirujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi. Namun, Arsyad tidak berhasil diselamatkan. Sementara Yara masih tertolong dan kini kondisinya dilaporkan mulai membaik. Arsyad telah dimakamkan di tempat pemakaman sertempat pada, Rabu (28/10/2026).
Rumah yang dihuni oleh Solihun dan keluarga skitar 17 tahun, kini kondisinya porak-poranda dan tidak lagi layak ditempati. Selama ini, Solihun untuk menghidupi keluarga bekerja sebagai pencari rongsok atau barang bekas. Sementara, Solihun bersama keluarganya mengungsi ke rumah orangtuanya yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
Rosikin menyampaikan, sejumlah pihak telah turun tangan memberikan bantuan kepada keluarga korban diantaranya Kepala Desa Surokidul, Kapolres Tegal, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal.
Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer bahkan datang langsung ke lokasi kejadian. Saat melihat kondisi keluarga korban, suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut.
Kapolres tak kuasa menahan air mata melihat musibah yang menimpa keluarga Solihun. Meski bantuan mulai berdatangan, kebutuhan keluarga korban masih cukup besar. Solihun membutuhkan uluran tangan berbagai pihak untuk membangun kembali rumahnya agar keluarganya bisa memiliki tempat tinggal yang layak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dan memberikan bantuan kepada keluarga Solihun. Namun, mereka masih sangat membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumahnya," ujar Rosikin.
Editor: Rebecca