KABUPATEN TEGAL, iNewsTegal.id - Warga Dukuh Karangsari Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang merupakan daerah terisolir merasa gembira kedatang kendaraan Layanan Kas Keliling, Jumat (29/8/2025).
Pertama kalinya Bank Indonesia selenggarakan Layanan Kas Keliling (LKK) di Dukuh Karangsari Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang merupakan daerah terisolir.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Bimala menyebutkan Bank Indonesia Tegal menyelenggarakan layanan kas keliling 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) di daerah terisolir guna mendukung kedaulatan Rupiah dan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE).
"Lokasi tersebut termasuk kategori terpencil dengan jarak sekitar 30,9 km dari pusat pemerintahan Kecamatan Slawi dan berjarak sekitar 10 km dari layanan keuangan terdekat di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal," kata Bimala disela kegiatan.
Bimala menyebutkan, lokasi tersebut juga terisolasi dari desa terdekat dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah berbatu melintasi sungai dengan jembatan semi permanen hasil swadaya masyarakat dan pertama kali dijangkau oleh jaringan listrik pada Tahun 2016. Tujuan pelaksanaan layanan kas keliling 3T kata Bimala untuk memastikan uang Rupiah Layak Edar (ULE) senantiasa tersedia dalam memenuhi kebutuhan Masyarakat, khususnya di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal.
"Dalam kegiatan kas keliling ini, Bank Indonesia Tegal telah menyiapkan modal sebanyak Rp 307,5 juta dan berhasil terserap 100 persen oleh masyarakat. Masyarakat juga sangat antusias menukarkan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang dimiliki,” tutur Bimala.
Bank Indonesia Tegal akan terus mengakselerasi distribusi uang layak edar (ULE) demi terwujudnya clean money policy di Eks Karesidenan Pekalongan, khususnya di wilayah 3T yang jauh dari akses Perbankan atau Lembaga Keuangan Non-Bank lainnya. Kegiatan kas keliling tersebut, Bank Indonesia Tegal juga menyelenggarakan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat.
Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan merawat uang Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J (Jangan dilipat, Jangan diremas, Jangan dicoret, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi).
Dandim 0712 Tegal, Letkol Inf Suratman SIP, MIP menambahkan, kehadiran dan kegiatan Bank Indonesia di daerah terisolir seperti ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. "Bagi pertahanan kita, terutama dalam hal ketahanan nasional terkait swasembada pangan juga sangat berpengaruh disini," ujar Dandim.
Warga masyarakat yang biasanya mengandalkan pada jagung, kedepan bisa dengan inovasi lain yang menguntungkan bagi masyarakat.
Badan Permusyawartan Desa Wotgalih, Andi Nurdiansyah (42) mengaku gembira kedatang layana kas keliling dari Bank Indonesia Tegal yang sudah bersusah payah bisa datang ke desanya yang terisolir. Dukuh Karangsari Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal dihuni 178 KK dengan jumlah penduduk sekira 600 jiwa.
"Kami sangat berterimakasih kepada Bank Indonesia bisa hadir di daerah kami yang terisolir. Ini pertama kali, warga senang bisa mendapat wawasan tentang rupiah dan bisa nukar uang yang rusak," tutur Andi.
Editor : Miftahudin
Artikel Terkait