“Tantangan ke depan semakin kompleks, terutama terkait digitalisasi keuangan. Saya sangat berharap OJK Tegal terus menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Daerah dalam memerangi praktik keuangan ilegal dan fokus melawan rentenir yang merugikan masyarakat, serta memastikan inklusi keuangan menyentuh hingga pelosok desa,” kata Novi.
Sementara itu, Kepala Kantor OJK Tegal yang baru, Kurnia Tri Puspita, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program-program strategis OJK di daerah, termasuk perluasan akses keuangan bagi UMKM serta penguatan pelindungan konsumen melalui edukasi dan literasi keuangan yang lebih masif. “Fokus utama kami ke depan adalah memastikan sektor jasa keuangan tetap sehat, stabil dan inklusif. Kami akan mempercepat program perluasan akses keuangan bagi pelaku UMKM serta memperkuat perlindungan konsumen melalui edukasi dan literasi keuangan yang lebih masif di masyarakat Tegal dan sekitarnya, serta bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Kurnia.
Terlihat hadir Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, jajaran Forkopimda, perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota, Pimpinan Industri Jasa Keuangan, Asosiasi Lembaga Jasa Keuangan, dan Akademisi di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
