get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Tegal Ungkap Penyebab 4 Orang Tewas dalam Mobil di Tol KM 284+800

Pemkab Tegal Gratiskan Tiket Masuk Objek Wisata Guci, Pancuran 13 dan 5 Ditutup Sementara

Minggu, 25 Januari 2026 | 06:41 WIB
header img
Plh Bupati Tegal, Ahmad Kholid meninjau lokasi bencana. (Foto: Istimewa/iNewsTegal.id).

KABUPATEN TEGAL, iNewsTegal.id - Pasca banjir bandang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menggratiskan tiket masuk kawasan wisata Guci.

“Tiket masuk yang di depan untuk sementara kami tiadakan. Jadi tidak ada tiket masuk ke puncak dulu,” kata Plh Bupati Tegal Ahmad Kholid disela tinjauan di lokasi terdampak, Sabtu (24/1/2026).

Selain itu Pemkab Tegal juga menutup sementara dua titik wisata favorit, yakni Pancuran air panas 13 dan Pancuran 5.

Plh Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang kembali menimpa ikon wisata unggulan Kabupaten Tegal. "Kami sangat prihatin dengan keadaan ini, dan untuk sementara kawasan tersebut kami tutup terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Ahmad Cholid menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah. Ternyata dampaknya lebih besar dari kejadian yang menimpa pada Desember 2025 lalu. Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan solusi sementara agar aktivitas warga tetap dapat berjalan. Salah satunya dengan membangun jembatan Bailey sebagai akses alternatif.

“Kami akan bangun jembatan Bailey di sini, karena yang tersedia hanya satu dan kami pilih lokasi ini. Sementara yang di Pancuran 13 kami tutup total. Kami mohon kesabaran para pedagang dan masyarakat agar dapat memahami kondisi ini,” ucapnya.

Ahmad Kholid mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. Menurutnya, mitigasi risiko harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi korban jiwa di kemudian hari. “Cuaca masih belum aman. Kewaspadaan ini penting agar potensi kejadian yang tidak diinginkan dapat kita hindari bersama,” katanya.

Hasil pendataan sementara, akibat hujan ekstrem sejak 22 hingga 24 Januari 2026 menyebabkan sedikitnya tiga jembatan utama putus. Jembatan tersebut merupakan akses vital dari area parkir menuju kawasan pemandian, termasuk di Curug Jedor dan area wisata Pancuran 13. Selain itu, satu unit alat berat jenis ekskavator, sejumlah lapak pedagang milik warga, serta pagar pembatas di sepanjang aliran sungai dilaporkan hanyut atau rusak berat akibat derasnya arus.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa langkah penutupan Kawasan Pancuran 13 telah dilakukan sejak dini hari sebagai upaya pencegahan.

“Sejak dini hari Pancuran 13 sudah kami tutup setelah jembatan roboh. Kami bersama Forkopimda, BPBD, dan camat terus berkolaborasi untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga agar aktivitas warga tetap dapat berjalan sebatas kondisi yang memungkinkan,” ujar AKBP Bayu.

Kapolres memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang terjadi seluruhnya bersifat material. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Dampaknya hanya kerusakan material,” ujar Kapolres.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut