Tegal Peringkat Keempat Jumlah Investor di Jateng
KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Wilayah Tegal menempati peringkat keempat di Jawa Tengah berdasarkan jumlah investor, dengan kontribusi sebesar 5,46 persen atau sebanyak 186.596 investor pada Agustus 2026.
"Posisi tersebut berada di bawah Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap. Sementara itu, Kabupaten Brebes berada di peringkat kelima dengan 166.014 investor, disusul Kabupaten Pemalang sebanyak 131.422 investor," kata Kepala Direktorat Analisis dan Informasi Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Bayu Samodro, saat media gathering OJK bersama wartawan ekonomi daerah, di Hotel Aston Pekalongan, Senin (5/10/2026) malam.
Bayu menjelaskan, secara nasional pertumbuhan investor semakin menyebar di luar Pulau Jawa. Materi OJK menunjukkan jumlah investor pasar modal nasional telah melampaui 30 juta, dengan komposisi investor ritel domestik yang didominasi kelompok usia muda atau berusia 30 tahun ke bawah.
Pertumbuhan pasar modal juga terlihat dari perkembangan investor di Kota dan Kabupaten Tegal. Kota Tegal tercatat memiliki 46.615 investor pada Agustus 2026, meningkat dari 7.577 investor pada 2020.
Sementara Kabupaten Tegal mengalami peningkatan lebih besar, dari 10.945 investor pada 2020 menjadi 139.981 investor pada Agustus 2026. "Pada periode 2025 hingga Agustus 2026, Kota dan Kabupaten Tegal secara bersama-sama menyumbang 73.215 investor dari total penambahan 1.211.061 investor di Jawa Tengah. Kontribusi tersebut mencapai sekitar 6,05 persen dari pertumbuhan investor Jawa Tengah," terang Bayu.
Lebih lanjut Bayu mengatakan di tingkat Provinsi, Jawa Tengah menyumbang 10,98 persen dari jumlah investor pasar modal nasional dan berada di peringkat keempat di Pulau Jawa. "Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat Jawa Tengah dalam pasar modal," ujarnya.
Di sisi lain kata Bayu perkembangan pasar modal domestik pada semester pertama 2026 masih menghadapi berbagai dinamika global dan domestik. Memasuki semester kedua, perbaikan sentimen risiko mendorong pemulihan pasar saham domestik, disertai meredanya tekanan jual investor asing. Namun, risiko eksternal masih menjadi faktor yang perlu dicermati.
OJK menilai sejumlah indikator pasar modal dalam negeri tetap terjaga positif. Likuiditas pasar saham masih terjaga, sementara penghimpunan dana korporasi terus berlangsung dengan penerbitan surat utang masih menjadi salah satu pilihan utama.
Valuasi saham yang atraktif serta fundamental emiten yang tetap terjaga juga menjadi katalis bagi pemulihan pasar modal ke depan. Pertumbuhan jumlah investor tersebut diharapkan diikuti dengan peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman dan sesuai profil risiko.
"Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi di pasar modal secara bijak dan berkelanjutan," ujarnya.
Editor: Rebecca