Ia juga menambahkan bahwa secara psikologis, praktik manasik haji tingkat kabupaten ini mampu membentuk kesiapan mental jemaah. Jika sebelumnya jamaah hanya mengikuti manasik dalam kelompok kecil di tingkat KBIHU, melalui kegiatan ini mereka dibiasakan berkumpul dengan ribuan orang nantinya. “Di Tanah Suci, jamaah akan bertemu jutaan orang. Dengan simulasi ini, diharapkan jamaah lebih siap beradaptasi secara mental dan tidak kaget menghadapi situasi yang sebenarnya,” katanya.
Rofiqi berharap melalui kegiatan praktik manasik haji tingkat kabupaten ini, seluruh calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lebih mandiri, tertib, dan khusyuk.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
