Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Wakil Wali Kota Tegal Layani Peserta
KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - BPJS Ketenagakerjaan memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dengan menghadirkan jajaran manajemen lebih dekat kepada peserta.
Di Tegal, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Swartoko dan Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah turun langsung melayani dan berinteraksi dengan peserta yang tengah mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tegal, Jumat (4/9/2026).
Menurut Swartoko, Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendengar langsung kebutuhan peserta sekaligus memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko.
“Harpelnas bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat, mendengar langsung pengalaman peserta, dan memastikan pelayanan yang diberikan semakin mudah serta sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Swartoko.
Rangkaian Harpelnas di Tegal juga diisi dengan Seminar Nasional di Grand Dian Hotel Slawi bertema 'Keterjangkauan Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas, Kelompok Rentan dan Pekerja Informal serta Tantangan Penciptaan Lapangan Kerja Baru di Desa dan Kawasan Transmigrasi'. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran nasional 200 Agen PERISAI, Green Industry dan JadiJuragan yang didukung BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan kepada kelompok pekerja yang belum terlindungi.
Selain memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong agar manfaat perlindungan dapat membantu peserta dan keluarganya kembali produktif setelah menghadapi risiko. Salah satunya melalui inisiatif Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang diikuti Yani Andriyani, ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Suami Yani, Andik Pristiawan, pekerja PT Sewu Segar Nusantara (Sunpride), meninggal dunia pada 2021. Keluarga kemudian menerima manfaat Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta, Jaminan Pensiun berkala, serta beasiswa bagi dua anak.
Yani selanjutnya merintis usaha yang berkembang menjadi Kirana Food dengan berbagai produk makanan olahan. Melalui PEKA yang diikutinya pada Juli 2026 di Semarang.
Yani mendapatkan pendampingan terkait pemasaran digital, penjualan daring, pengelolaan keuangan, serta pengembangan jejaring usaha.
Menurut Swartoko, pengalaman Yani menunjukkan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan nilai yang lebih jauh dengan membantu keluarga penerima manfaat kembali mandiri dan produktif.
"Kami membawa semangat Value Beyond Protection melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan. Perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi kami ingin peserta maupun keluarganya memiliki kesempatan untuk bangkit, kembali produktif, dan melanjutkan kehidupan secara mandiri. Untuk itu, perluasan perlindungan juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, terutama untuk menjangkau pekerja informal yang belum terlindungi,” kata Swartoko.
Hadir juga dalam kegiatan Harpelnas tersebut Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah atau yang biasa disapa Iin, dirinya mengapresiasi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja di Kota Tegal.
Dirinya menyebut cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Tegal saat ini baru mencapai 39 persen sehingga masih menjadi pekerjaan bersama. Karena itu, Pemerintah Kota Tegal mendorong penguatan kolaborasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami manfaat kepesertaan serta semakin banyak pekerja, khususnya sektor informal, yang memperoleh perlindungan.
Pemerintah Kota Tegal berterima kasih dan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini sudah melayani teman-teman pekerja di Kota Tegal. "Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru 39 persen di Kota Tegal sehingga ini menjadi PR kita bersama. Kita harus gencar berkolaborasi mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan bahwa benefit atau feedback menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan jauh lebih besar dari iuran yang dibayarkan. Kita berharap dapat terus bekerja sama membuat terobosan-terobosan agar kepesertaan terus meningkat terutama sektor informal sehingga warga Kota Tegal dapat terlayani, terlindungi dan diberdayakan,” tutup Iin.
Editor : Rebecca