KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Dalam rangka memperkuat literasi keuangan yang lebih inklusif, Bank Indonesia Tegal secara resmi meluncurkan Bahan Ajar Edukasi Rupiah versi Braille kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan.
"Peluncuran Bahan Ajar Edukasi Rupiah versi Braille merupakan hasil kolaborasi nyata antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah di Eks Karesidenan Pekalongan dalam memastikan agar informasi dan edukasi mengenai Rupiah dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala.
Bahan ajar versi Braille kata Bimala dirancang khusus agar mudah dipahami oleh penyandang disabilitas tuna netra lebih mudah memahami dan mengenal mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, ciri keaslian uang, fungsi uang, serta pentingnya menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Bimala menjelaskan, materi disusun dengan pendekatan edukatif yang sederhana, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan pembaca Braille.
Lebih lanjut Bimala menegaskan, bahwa peluncuran bahan ajar ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong kesetaraan akses informasi bagi seluruh masyarakat.
"Edukasi Rupiah harus dapat menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Melalui bahan ajar versi Braille ini, kami berharap saudara-saudara kita penyandang disabilitas dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai Rupiah, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap mata uang nasional,” ujarnya.
Dengan hadirnya Bahan Ajar Edukasi Rupiah versi Braille ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih inklusif serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia Tegal dalam memperkuat karakter generasi muda.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran cinta Rupiah dari penyandang disabilitas sebagai salah satu wujud kecintaan terhadap tanah air.
Peluncuran ini juga sejalan dengan upaya memperluas program edukasi dan literasi Cinta Bangga Paham Rupiah yang dapat dipahami oleh penyandang disabilitas, sekaligus mendukung prinsip inklusivitas dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Bank Indonesia Tegal akan terus mengembangkan berbagai media edukasi alternatif agar pesan-pesan banksentralan dan literasi keuangan lainnya dapat diterima secara lebih luas oleh seluruh masyarakat," tutup Bimala.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
