Tidak Dapat Huntara, Warga Padasari Nekat Kembali Tempati Tanah Gerak

Nino Moebi
Uripin bangun rumah seadanya di lokasi berbahaya karena tidak dapat hunian sementara. (Foto: Nino Moebi)

KABUPATEN TEGAL, iNewsTegal.id - Puluhan warga Desa Padasari, Kacamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang tidak mendapat Hunian Sementara (Huntara) nekat menempati kembali tanah bergerak.

Mereka kembali menempati zona merah bencana karena tidak mendapat jatah hunian sementara Lokasi bencana tanah gerak di Desa Padasari masih menyisakan puing-puing bangunan yang roboh. Namun belakangan, kawasan terlarang tersebut tampak aktifitas warga yang membangun rumah kembali.

Diberbagai titik, warga terlihat memungut material rumah yang masih bisa dimanfaatkan. Sementara, ibu-ibu memasak dengan kondisi seadanya untuk menyiapkan makanan para tukang yang tengah membangun rumah secara mandiri.

Ditemui di lokasi bencana salah satu penyintas, Uripin (53) mengaku, mulai membangun hunian di zona bencana untuk keluarga. Dengan memanfaatkan kayu dan material yang masih bisa dimanfaatkan.

Uripin dibantu tetangga kembali mendirikan rumah keluarga. "Alasan pertama kembali membangun rumah di zona larangan karena tidak mendapat jatah di huntara. Saya pak de, pak lik dan sudara yang lain tidak dapat huntara. Jadi terpaksa kembali ke sini," kata Uripin.l, Senin (1/6/2026).

Meski ada larangan karena zona rawan, Uripin beralasan karena tidak ada pilihan lain. Pasca bencana pada Februari lalu, keluarga Uripin tidak mendapat kejelasan soal penempatan huntara.

"Kalau perasaan takut tetap ada. Tapi gimana lagi tidak dapat huntara. Sementara saya kasihan anak anak harus bolak balik. Terus mau sampai kapan berharap bantuan," ujar Uripin.

Warga terdampak lain, Lamun Hasim (75) menyebutkan, sebagai penyintas sebenarnya sudah mendapat jatah huntara. Namun, bagian dia diserahkan ke adiknya yang tidak mendapatkan huntara. "Dapat huntara tapi dipakai adik saya yang tidak dapat. Karena itu Saya membangun lagi di sini," ucap Hasim. Hasim mengaku tidak takut jika sewaktu waktu bencana serupa kembali terjadi. Baginya, pergerakan tanah sudah terbiasa dialaminya sejak dulu. "Sudah biasa disini. Dari dulu tanah gerak sering terjadi. Sudah biasa," aku Hasim.

Kades Padasari, Mashuri mengakui, masih ada ratusan keluarga penyintas yang belum mendapat huntara. Data yang dimiliki, jumlah KK yang terdampak mencapai 900 KK sedangkan yang mendapat huntara baru 456 KK. Untuk sisanya sebanyak 444 KK masih dalam pendataan pihak terkait.

"Sementara yang dapat 456 keluarga, sisanya belum. Alasannya tanah yang akan digunakan itu rawan longsor, jadi kemungkinan akan langsung diberikan huntap (hunian tetap)," jelas Mashuri.

Mengenai warga yang kembali ke zona bencana, Mashuri mengatakan mereka kembali ke rumah lama karena untuk transit saat kerja di ladang. 

Terpisah, Bupati Tegal, Ishac Maulana Rohman meminta agar keluarga terdampak tidak kembali ke lokasi bencana. Untuk kebutuhan hunian bagi yang belum mendapatkan sedang diupayakan secepatnya terealisasi. "Kami sudah mengingatkan ke masyarakat untuk tidak kembali ke Desa Padasari karena sangat membahayakan, kita tidak tahu kalau sewaktu-waktu terjadi pergeseran tanah kembali," kata Bupati Tegal Ischak Maulana.

Terkait yang belum dapat hunian sementara terang Bupati memang baru tersedia sebanyak 456 unit. "Sisanya ini kita mau memakai huntap (hunian tetap)," ujarnya. Pihaknya sudah minta kepada warga jangan kembali ke lokasi bencana, karena berbahaya. "Pemerintah sedang upayakan agar 444 KK segera mendapat hunian baru di lokasi aman," pungkasnya.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network