“Melalui CKG, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan komprehensif sehingga penyakit bisa diketahui lebih cepat dan ditangani lebih dini,” ujarnya.
Ia menyoroti masih tingginya beban TBC di Indonesia sehingga diperlukan penguatan penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta kepatuhan pengobatan hingga tuntas. “Menemukan kasus sedini mungkin dan memastikan pengobatan tuntas adalah kunci memutus penularan TBC,” kata Benjamin.
Kabiddokes Polda Jawa Tengah drg. Agung Hadi menegaskan komitmen penanggulangan TBC terus diperkuat melalui Program Polda Jateng Peduli TB Paru yang dijalankan secara masif dan berkelanjutan di berbagai wilayah.
Ia menyebut sinergi lintas sektor di Jawa Tengah telah menunjukkan hasil positif dalam penanganan TBC. “Pemberantasan TB paru di Jawa Tengah sudah berjalan baik dan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Agung menambahkan, untuk mencapai target eliminasi TBC 2030, kegiatan tracing harus diikuti dengan pengobatan yang tuntas hingga pasien sembuh. “Tracing harus dilanjutkan dengan pengobatan sampai tuntas agar target eliminasi TBC 2030 dapat tercapai,” katanya.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
