“Yang masih ada itu di Muarareja. Kendalanya, wilayah ini sering terdampak banjir rob sehingga septik tank cepat penuh. Sebenarnya sebagian warga sudah punya jamban, tapi tidak bisa digunakan optimal,” jelasnya.
Menurut Teti, kondisi geografis membuat sebagian warga kembali memanfaatkan jamban di sungai. Meski demikian, pihak kecamatan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin menambahkan, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat memang tidak mudah. Pihaknya terus melakukan penyuluhan, namun hasilnya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dan kondisi lingkungan.
“Upaya sudah dilakukan, tapi kembali lagi ke perilaku masyarakat dan kondisi wilayah,” ucap Zaenal.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
