“Kehidupan masyarakat pesisir, kekayaan kuliner, tradisi hingga berbagai potensi daerah dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan motif batik yang memiliki ciri khas tersebut,” ujarnya.
Wali Kota Tegal berharap kepada pimpinan instansi agar menyamakan persepsi untuk bersama-sama memakai baju batik tegalan yakni pada hari Jum’at. “Saya berharap kalau ingin menghidupkan batik Tegal ini harus dari kita sendiri, harus memakai dan mencintai batik,” harap Wali Kota Tegal.
Grand Final Sayembara Batik Tegal dihadiri Jajaran Forkopimda Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Tegal, Pimpinan Perguruan Tinggi serta tamu undangan lainnya.
Juara 1 diraih M. Yahya Assyafii, asal Kabupaten Tegal, Judul Karya Reinterpretasi Motif Batik Tegalan. Juara 2 Edy Krisyanto, asal Tegal, Judul karya Haroni Gribigan Bahari. Juara 3 Bangkit Nurullah asal Kabupaten Pekalongan, Judul karya Motif Tri Raharja.
Juara Harapan 1 diraih oleh Tatik Marwiyatu Chasane, asal Karanganyar, Judul karya Batik Tegal Sekar Kencana. Juara Harapan 2 Suparno, asal Wonogiri, Judul karya Sekar Jagad Plataran. Juara Harapan 3 Allamharu, asal Tegal, Judul karya Intan Bahari. Juara Favorit diraih oleh Falahy Mohamad, asal Pekalongan, Judul karya Dlorongan Gerak Tumbuh, Berkah Mengalir.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
