get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Peserta Ikuti Senam Bersama Geyol Mempesona Tegal Mendunia

BNN Kota Tegal: 35 Anak Terindikasi Penyalahgunaan Obat Terlarang

Jum'at, 10 April 2026 | 23:22 WIB
header img
Kepala Badan Narkotika Nasional Tegal, Kunarto. (Foto: Istimewa)

KOTA TEGAL, iNews Tegal.id - Sedikitnya 35 anak di wilayah Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) terindikasi penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Dari 35 anak bermasalah tersebut 26 diantaranya pelajar SMP-SMA, dengan rincian Kabupaten Brebes 14 pelajar, Kabupaten Tegal 3 pelajar, dan Kota Tegal 9 pelajar," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Tegal, Kunarto, Jumat (10/04/2026).

Kunarto menjelaskan, kasus serupa kerap ditemukan dan sebagian besar berasal dari hasil deteksi pihak sekolah. “BNN setiap hari Senin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, ada tim Screening Intervensi Lapangan yang berkoordinasi dengan guru BK untuk mendeteksi anak-anak yang memiliki indikasi,” jelasnya.

Kunarto menambahkan, jumlah kasus yang datang ke BNN Kota Tegal cukup tinggi, bahkan hampir setiap hari terdapat laporan baru. “Kasus seperti ini di Kota Tegal setiap hari ada, bisa dua sampai tiga orang,” katanya.

Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, BNN Kota Tegal juga tengah menyiapkan program integrasi kurikulum anti narkotika di sekolah. “Nanti kita masukkan program integrasi kurikulum anti narkotika supaya anak-anak tahu bahaya narkoba dan dampaknya,” pungkas.

Sebelumnya persoalan tersebut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Tegal Taskiyyatul Muthmainnah. Bahkan Wakil Wali Kota ikut melakukan pendampingan secara langsung terhadap orang tua dan anak bersangkutan di BNN Kota Tegal.

Taskiyyatul Muthmainnah sebelumnya melakukan pendampingan secara langsung kepada orang tua dan anak-anak di bawah umur yang terindikasi menyalahgunakan obat-obatan terlarang di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal.

Kunjungan dilakukan setelah adanya laporan terkait lima anak yang tengah menjalani pendampingan akibat penyalahgunaan obat keras berbahaya. Menurutnya, permasalahan tersebut tidak lepas dari kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak di lingkungan keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional sebagai langkah pencegahan.

“Komunikasi antara orang tua dan anak ini belum terbuka. Ini yang perlu kita tingkatkan, bagaimana membangun kedekatan antara orang tua dan anak,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti peredaran obat-obatan yang diduga berasal dari luar lingkungan sekolah. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius untuk memutus mata rantainya. “Ketika kita cari informasi, anak-anak ini mendapatkan obat itu dari teman di luar sekolah. Ini yang perlu kita usut karena yang kita perlukan adalah memutus mata rantai peredaran obat-obatan ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tegal, lanjutnya, akan memperkuat kerja sama dengan BNN, termasuk menyiapkan sistem pencegahan melalui edukasi di sekolah-sekolah.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut