Siswa SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi Raih Gold Medal di Ajang WYIE 2026 Kuala Lumpur
Salah satu anggota Tim GRAHITA-IoT, Muhammad Dignity Dzaki, melalui keterangan tertulis menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari realitas yang sering ditemui di lingkungan sekolah. Menurutnya, banyak siswa mengalami tekanan mental saat proses pembelajaran, namun kesulitan untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada guru.
“Permasalahan yang dihadapi siswa adalah ketika mereka mengalami stres tetapi tidak bisa menyampaikan kepada guru. Saya berharap melalui alat ini guru dapat melihat siapa saja yang sedang stres saat mengikuti pembelajaran tanpa harus bicara langsung,” kata Muhammad Dignity Dzaki, Kamis (21/05/2026).
Selain membantu pemantauan kondisi psikologis siswa, integrasi teknologi IoT memungkinkan data tersimpan dan dapat diakses secara real-time sehingga proses evaluasi kondisi siswa menjadi lebih efektif.
Inovasi ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga kesehatan mental siswa.
Keberhasilan meraih Gold Medal menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui karya inovatif yang solutif dan berdampak sosial. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi dalam mendorong pengembangan riset, teknologi, dan kreativitas siswa di era digital.
Editor: Rebecca