get app
inews
Aa Text
Read Next : NasDem Copot Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Kursi DPR RI

Hasil Kunker BAM DPR: CFN Alun-alun Kota Tegal Dihentikan, Lokasi Pasar Tiban Digeser

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB
header img
Suasana rapat kerja Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal.(Foto: Nino Moebi)

KOTA TEGAL, iNewsTegal.id - Program Car Free Night (CFN) di kompleks Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal resmi dihentikan. Keputusan terebut usai Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melaksanakan kunjungan kerja dan berdialog bersama beberapa pihak terkait di ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (25/5/2026).

Selain itu akses menuju tempat Ibadah Vihara dan Gereja Pantekosta akibat pasar tiban pada tiap hari Minggu pagi juga dievaluasi. Pasar tiban digeser ke Jalan Panggung Timur atau Jalan Proklamasi Kota Tegal.

Hadir dalam Kunjungan kerja tersebut Ketua BAM DPR RI, Dr H Ahmad Heryawan, Lc, M.Si disamping beberapa anggota DPR RI salah satunya Adian Napitupulu serta Harris Turino. Hadir Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono Saw, MM, Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, SKM, M.Kes, Sekda Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono, MM, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro ST, Perwakilan Forkopimda Kota Tegal, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan manifestasi dari pelaksanaan fungsi DPR RI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menjamin hak sosial, hak sosial, hak keagamaan.

Menurut Ahmad Heryawan, BAM hadir sebagai upaya membantu menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat yakni persoalan Car Free Night dan pasar tiban yang berlokasi di jalan menuju Gereja Pantekosta dan Meditation Centre.

"Semestinya persoalan ini bisa selesai di tingkat DPRD. Tapi tidak apa-apa, kami hadir untuk membantu menyelesaikan. Semoga ada jalan keluar," ujar Ahmad Heryawan.

Menurutnya, pelaksanaan CFN justru berdampak pada penurunan pendapatan pelaku usaha di kawasan Alun-alun Kota Tegal. Karena itu, kebijakan tersebut perlu dievaluasi hingga akhirnya diputuskan untuk dihentikan.

Selain CFN, BAM DPR RI juga menyoroti gangguan akses menuju Meditation Center dan Gereja Pantekosta akibat keberadaan pasar tiban di Jalan Slamet Riyadi. Ketua BAM menilai, aspirasi pengelola tempat tersebut tidak berlebihan, yakni hanya meminta akses yang tidak terganggu.

"Wali Kota Tegal Alhamdulillah sangat merespon keluhan masyarakat dan hasil pertemuan keputusannya adalah care free night ditiadakan. Hal itu karena memang nampaknya dalam berbagai pertimbangan belum cocok tapi, care free night akan tetap menjadi bagian kegiatan Kota Tegal khususnya pada event-even tertentu. Jadi tidak setiap akhir pekan," kata Ahmad Heryawan.

Hal itu disambut baik oleh warga karena situasinya akan normal kembali seperti sedia kala. Tentunya dengan penataan yang lebih bagus lagi. Baik itu penataan kawasannya maupun lalu lintas dan parkirnya sehingga situasinya akan lebih baik untuk semua pihak termasuk lebih baik pada konteks perekonomian.

Selain itu persoalan pasar tumpah yang telah dikeluhkan oleh umat Budha yang tergabung dalam yayasan meditation center dan oleh umat kristiani gereja Pantekosta. Kedua-duanya penting menghormati, mefasilitasi UMKM dalam bentuk pasar tumpah, pasar tiban demi untuk menyelesaikan kondisi ekonomi masyarakat itu penting. Sama juga menghormati, memberi ruang untuk beribadah secara nyaman juga sangat penting. Kedua-duanya penting kemudian persoalan yang muncul di lapangan tidak boleh diselesaikan dengan cara mempertentangkan satu kepentingan dengan kepentingan lainnya.

Penyelesaiannya supaya meditation center umat Budha maupun umat kristiani gereja Pantekosta beribadah nyaman maka jalan tersebut akan dikosongkan dan dipindahkan geser ke Jalan Panggung Timur. Itu penyelesaiannya dengan kunjungan BAM DPR RI Alhamdulillah keberhasilan luar biasa, sukses menyelesaikan masalah yang diadukan ke BAM DPR RI.

"Terimakasih kepada Pak Wali Kota Tegal yang sudah responsif juga Ketua DPRD Kota Tegal. Jarang-jarang kami hadir yang datang orang pertama. Biasanya Wali Kota dan Ketua DPRD diwakili, kali ini yang datang langsung Wali Kota dan Ketua DPRD, top Kota Tegal. Kita doakan tidak hanya sampai disini. Karena Kota Tegal sudah masuk 9 besar kota paling toleran di Indonesia maka dengan tindakan ini insya Allah akan lebih baik lagi. Pemahaman dan penilaian toleransinya tambah baik lagi sehingga kedepan bisa masuk 5 besar kota toleran si Indonesia," harap Ahmad Heryawan.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan kondisi kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila saat ini semakin padat setelah dilakukan penataan. "Aktivitas masyarakat tidak hanya ramai pada akhir pekan, tetapi juga hampir setiap hari," ujar Dedy.

Pemerintah Kota Tegal dalam menangani kemacetan, kata Dedy Yon, telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di berbagai titik, seperti di kawasan eks CMJT atau JTAB, Water Leiding hingga lahan milik PT KAI di Jalan Semeru.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, hasil kunjungan kerja BAM ke Kota Tegal intinya adalah dua, yang pertama terkait car free night dan pasar tumpah dengan peribidatan gereja Pantekosta dan meditation center yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi. Selain penyelesaian dua persolan tersebut rombongan BAM bersama Wali Kota beserta jajaran juga meninjau lapangan seperti kantong-kantong parkir untuk penopang area Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal.

"Harapannya di area Alun-alun dan Jalan Pancasila kedepan tidak ada kendaraan yang parkir, kendaraan hanya lewat," terang Kusnendro.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut