Selain itu persoalan pasar tumpah yang telah dikeluhkan oleh umat Budha yang tergabung dalam yayasan meditation center dan oleh umat kristiani gereja Pantekosta. Kedua-duanya penting menghormati, mefasilitasi UMKM dalam bentuk pasar tumpah, pasar tiban demi untuk menyelesaikan kondisi ekonomi masyarakat itu penting. Sama juga menghormati, memberi ruang untuk beribadah secara nyaman juga sangat penting. Kedua-duanya penting kemudian persoalan yang muncul di lapangan tidak boleh diselesaikan dengan cara mempertentangkan satu kepentingan dengan kepentingan lainnya.
Penyelesaiannya supaya meditation center umat Budha maupun umat kristiani gereja Pantekosta beribadah nyaman maka jalan tersebut akan dikosongkan dan dipindahkan geser ke Jalan Panggung Timur. Itu penyelesaiannya dengan kunjungan BAM DPR RI Alhamdulillah keberhasilan luar biasa, sukses menyelesaikan masalah yang diadukan ke BAM DPR RI.
"Terimakasih kepada Pak Wali Kota Tegal yang sudah responsif juga Ketua DPRD Kota Tegal. Jarang-jarang kami hadir yang datang orang pertama. Biasanya Wali Kota dan Ketua DPRD diwakili, kali ini yang datang langsung Wali Kota dan Ketua DPRD, top Kota Tegal. Kita doakan tidak hanya sampai disini. Karena Kota Tegal sudah masuk 9 besar kota paling toleran di Indonesia maka dengan tindakan ini insya Allah akan lebih baik lagi. Pemahaman dan penilaian toleransinya tambah baik lagi sehingga kedepan bisa masuk 5 besar kota toleran si Indonesia," harap Ahmad Heryawan.
Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan kondisi kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila saat ini semakin padat setelah dilakukan penataan. "Aktivitas masyarakat tidak hanya ramai pada akhir pekan, tetapi juga hampir setiap hari," ujar Dedy.
Pemerintah Kota Tegal dalam menangani kemacetan, kata Dedy Yon, telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di berbagai titik, seperti di kawasan eks CMJT atau JTAB, Water Leiding hingga lahan milik PT KAI di Jalan Semeru.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
