Kecamatan Brebes, Menjadi Endemis Terbanyak Kasus DBD se-Kabupaten

Petra Akbar
.
Jum'at, 18 Maret 2022 | 16:32 WIB

BREBES, iNews.id - Sedikitnya, 5 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Brebes meninggal dunia. Jumlah tersebut, tercatat dari total 95  kasus DBD sejak Januari hingga pekan kedua Maret 2022. Bahkan, berdasarkan rekapitulasi penanganan kasus terbanyak terjadi Kecamatan Brebes. Yakni, mencapai 14 kasus disusul Banjarharjo dan Wanasari 12 kasus dan Jatibarang 11 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Imam Budi Santoso mengatakan, rincian temuan kasus DBD hampir merata di 16 kecamatan.

Rinciannya, Brebes total 14 kasus, Banjarharjo 12 kasus, Wanasari 12 kasus. Kemudian, Jatibarang 11 kasus, Larangan 10 kasus, Bulakamba 6 kasus, Ketanggungan 6 kasus. Disusul Losari 5 kasus, Tonjong 5 kasus, Salem dan Songgom masing-masing 3 kasus. Selanjutnya, Paguyangan 2 kasus, Tanjung, Sirampog dan Bantarkawung masing-masing 2 kasus. Terakhir, Kecamatan Kersana baru 1 kasus dalam tiga bulan berjalan.

"Meski sudah ditangani secara intensif, 5 pasien yang rata-rata usia anak meninggal. Yakni, Januari 2 meninggal dan Februari 3 meninggal," ujarnya Jumat, (18/03/2022) saat dikonfirmasi.

Rincian total kasus DB, lanjut Imam, yakni 36 kasus sepanjang Januari meliputi 36 pasien laki-laki dan 15 perempuan. Kemudian, Februari meningkat 48 kasus yakni 17 laki-laki dan 31 perempuan. Sedangkan, hingga pekan kedua Maret tercatat 11 pasien dan diprediksi akan kembali bertambah kasus. Menurutnya, wilayah endemi DB tidak bisa diprediksi karena sangat tergantung pada kebersihan lingkungan.

"Penyebab DDB yakni nyamuk Aedes Aegipty hanya bertelur dan berkembang biak di air bersih. Sehingga, solusinya wajib disiplin PSN dan 3 M plus," terangnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Johan Asanni menambahkan, untuk lebih mengoptimalkan edukasi dan budaya Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3 M Plus. Pihaknya mengaku, terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dengan menerjunkan kader kesehatan. Tujuannya, memeriksa secara rutin dan berkala sanitasi dan tempat penyimpanan air bersih yang dimiliki masyarakat.

"Termasuk, membagikan bubuk abate dan fogging di wilayah endemi. Tapi, agar lebih maksimal cara paling efektif cegah DB hanya PSN dan M Plus," tandasnya.
 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini